Subscribe
Share
Search
top

Bandung Creative City Forum

Senyum Simpul 4: Dari Indonesia Creative Cities Network Hingga Bandung Design Biennale 2019

Ditulis oleh: Fadhilla Sandra A.
Tim Liputan: Surgia Kreshna M, Zainab.

Topik industri ekonomi kreatif saat ini seakan tidak pernah ada habisnya. Penjajakan yang sudah dilakukan BCCF sedari 10 tahun lalu, seakan menyadarkan berbagai penggiat industri kreatif untuk turut serta berkontribusi pada perekonomian Indonesia. Peresmian rumah baru, Simpul Space #4 di Jalan Braga nomor 3 Bandung, BCCF turut menghadirkan tim Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Bandung Design Biennale (BDB) 2019.

M. Arief Budiman, selaku sekretaris umum dari ICCN mengenalkan lebih dalam apa itu ICCN sendiri. Sebagai entitas yang didirikan sejak tahun 2015, ICCN dibangun sebagai jejaring Kabupaten Kota Kreatif se-Indonesia dengan jumlah kurang lebih 200 komunitas yang telah bergabung. Adanya 3 program utama, yakni:

· Memberikan pendampingan bagi pemimpin kota/kabupaten agar memiliki grand blue print atau strategi utama dalam membangun daerahnya, terutama dalam membangun ekonomi dan kota/kabupaten kreatif untuk jangka panjang.

· Mengumpulkan data dari 200 lebih perwakilan kota dan kabupaten di Indonesia yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan para penggiat kreatif untuk menciptakan karya yang hebat

· Kemudian, menyiapkan road map dalam membentuk komite ekonomi kreatif, dengan harapan setelah itu dapat membuat destination branding management.

Tidak kalah seru, pemaparan perihal Bandung Design Biennale 2019 juga turut meramaikan kursi panggung diskusi kreatif kemarin. BDB yang dirampungkan BCCF 2017 silam, telah secara resmi menyatakan bahwa acara per dua tahunan tersebut akan diselenggarakan mulai tanggal 1 Oktober 2019, dengan melibatkan berbagai kurator seperti Ben Wirawan — pendiri Torch, Dendy Darman — pendiri UNKL 1347, Dicky Sukmana — pendiri Panenmaya, NUSAE, Info Bandung dan Kickfest Indonesia. Tema besar tahun ini adalah Lebaran Desain, dimana dalam acara tersebut akan dijadikan sebagai ajang silaturahmi bagi para desainer untuk membuka dan menerima hal baru.

Bandung dijadikan rumah bagi Lebaran Desain oleh BDB, karena dianggap sebagai kota dengan kultur sosial yang ramah dibandingkan kota tetangga yakni, Jakarta. Bandung merupakan tempat semua orang bebas menjadi diri sendiri tanpa harus mengindahkan perkataan orang lain, jelas Ben. Bandung Design Biennale 2019 tidak membatasi pada tangible design, namun kali ini BDB ingin melebur menjadi sebuah sistem desain yang dapat diterapkan pada era teknologi kini. Bandung Design Biennale 2019 pun tidak akan diselenggarakan hanya di satu tempat, melainkan di berbagai studio, atau bahkan di berbagai rumah.

Oleh karenanya, hal ini menjadi himbauan para desainer Indonesia untuk turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam acara Bandung Design Biennale 2019 mendatang. Serta, para penggiat industri kreatif dan komunitas seluruh Indonesia untuk melebur bersama sebagai satu ICCN.

Post a Comment