Subscribe
Share
Search
top

Bandung Creative City Forum

Creative Living

Bandung, 18 Desember2019 — BCCF kembali menggelar diskusi rutin yakni “Rabuan” pada Desember 2019 ini. Diskusi bertempat di Simpul Space #4 dan tema yang didiskusikan pada rabuan kini adalah creative living. Terdapat beberapa tamu yang diundang sebagai pemantik diskusi yakni fasilitator industri dan creator produk kreatif yakni Kaharsa.id dan Toolist. Kaharsa adalah fasilitator pelaku kreatif untuk memperkenalkan produk ke pasar produknya. Kaharsa ingin menjadi salah satu promotor industri kreatif dan hingga kini Kaharsa membuat seminar, workshop, dan event market. Toolist merupakan creator produk jurnal untuk mengajak orang menulis jurnal dan memancing orang untuk membuat creative journal.

Diskusi dilakukan bertepatan dengan pasca pelaksanaan event market oleh Kaharsa.id dan Toolist merupakan salah satu tenant market tersebut. Bazaar oleh Kaharsa berusaha menjangkau pemuda untuk menghargai produk dan creator, serta menimbulkan ruang kolaborasi antar creator yang natural saat acara dilaksanakan. Kaharsa menuturkan bahwa membuat crafter muda bersinar bukan lagi kegiatan pemerintah dan sebaiknya tidak hanya melibatkan masyarakat golongan tua, namun ibu-ibu dan generasi muda dapat pula menjadi pihak yang diincar karena kelompok tersebut dapat lebih menghargai keindahan produk.

Definisi Kreatif — Pada diskusi rabuan, tamu dan peserta mendiskusikan arti kreatif dan didapatkan hasil bahwa kreatif tidak hanya usaha pembuatan karya yang “keren-keren-an” saja, namun sebenarnya merupakan “cara”. Kreatif dapat didefinisikan sebagai usaha penyelesaian masalah dan menghadapi batasan. Batasan cara kreatif untuk setiap orang, kelompok, dan bidang dapat berbeda. Solusi kreatif pula terbuka terhadap pandangan suka dan tidak. Pada pekerjaan yang memiliki bidang kreatif patutnya mendeskripsikan batasan pekerjaan untuk creator-nya.

“Kreatif merupakan cara penyelesaian masalah dan menghadapi batasan”

Setiap orang merupakan orang yang kreatif dalam menyelesaikan masalahnya sendiri. Terdapat hasil kreatif yang dapat dikomersialkan dan tidak. Tanggungjawab menjadi orang kreatif adalah harus terus berinovasi. Terdapat perspektif pula bahwa sesama orang kreatif harus bisa mengedukasi dan memfasilitasi calon-calon orang kreatif yang lain.

Bandung memfasilitasi kegiatan kreatif — Menurut tamu dan peserta, Bandung sudah cukup mengakomodir kegiatan-kegiatan kreatif serta sudah memiliki pelaku kreatifnya individu, serta memiliki banyak komunitas yang dapat mewadahi rasa penasaran calon-calon kreatif. Program gratis untuk pelatihan industri, pengelompokan dan peningkatan kegiatan industri kreatif di beberapa wilayah juga sudah bagus.

“Bandung memiliki banyak komunitas yang dapat mewadahi rasa penasaran calon-calon kreatif”

Fasilitator industri yang ada dapat berperan sebagai pengangkat produk dan nama brand baru untuk ikut bersaing dengan produk yang sudah lama ada. Komunitas kreatif yang telah sukses di kota pula dapat memicu perkembangan komunitas lain untuk dapat berkegiatan kreatif pula dan berpotensi untuk berkolaborasi bersama-sama untuk saling meningkatkan performa, mengenalkan produk, dan market baru dibanding berpisah dan bersaing. Namun berbeda hal dengan brand yang memang perlu bersaing.

Makna Kreatif — Bagi tamu dan peserta, hidup yang kreatif sebaiknya menular dan pelaku dapat menjadi inspirasi untuk bersama berinovasi, paling tidak berinovasi untuk diri sendiri. Hidup kreatif adalah menjadi segar kembali, berkarja, dan hidup sesuai hati dan pikiran yang pelaku inginkan; berani mencoba, menampilkan karya, dan juga berbagi. (Resti Ramadhanti)

Post a Comment